Mungkin Anda tak percaya, tapi ini fakta BACA-COBA-BISA
Itu yang tertulis di sampul e-book Shalat Khusyu’ itu Mudah karya Pak Mardibros ini, terdengar provokatif sepertinya :)

Namun menurut pandangan pribadiku, yang mungkin sangat subyektif :) Buku ini memang berbeda dengan buku lain yang membahas masalah khusyu’, pendekatan-pendekatan logis untuk orang awam, disertai dengan latihan-latihan sederhana menjadikan e-book ini cocok bagi para blogger yang umumnya lebih terbuka dalam mengungkapkan ide dan pandangan :)

Dalam kata pengantarnya, Ustadz Abu Sangkan -penulis buku Pelatihan Shalat Khusyu’- menuliskan, Kalau masih mempunyai hobi berdebat lalu mencari kesalahan dan mencari pembenaran atas aliran-aliran fikih dalam Islam, disarankan jangan baca buku ini.

Lebih lanjut beliau menuliskan, untuk menjalankan shalat yang khusyu’, tidak harus menjadi ahli dalam bidang agama yang luas. Sebagaimana orang yang hendak menunaikan ibadah zakat, haji ataupun berpuasa. Ilmu yang diperlukan hanya sekitar hukum-hukum fikih, zakat, haji dan puasa.

Disamping itu, hanya diperlukan sebuah keyakinan adanya Allah yang sangat dekat. Kalau keyakinan itu ada, tidaklah mungkin orang yang meyakini adanya Allah yang Maha Melihat, lalu shalatnya terburu-buru. Kalau dia meyakini bahwa Allah Maha Mengetahui gerak-gerik hati setiap hamba-Nya, tidak mungkin shalatnya tidak serius.

Masihkah masalah shalat khusyu’ menjadi persoalan yang harus diperdebatkan dan diberikan alasan bermacam-macam. Hanya gara-gara tidak serius atas seluruh ibadahnya, lalu mengatakan shalat khusyu’ itu tidak ada bahkan mengatakan tidak mungkin.

Berikut ini petikan dari Bab pertama buku tersebut:

Kegagalan meraih khusyu’
Selama ini, kita selalu berpendapat bahwa khusyu’ itu sangat sulit dicapai. Ketika shalat, pikiran sering pergi kemana-mana. Karena itu, lalu muncullah cara mengatasinya yaitu dengan konsentrasi. Konsentrasi pikiran seolah-olah telah menjadi kunci mencapai khusyu’.

Maka tidak mengherankan jika pelajaran shalat khusyu’ pada umumnya tujukan untuk membantu mengarahkan konsentrasi pikiran, seperti misalnya melihat titik ditempat sujud, menerjemahkan bacaan, menghadirkan Allah, dan lain-lain.

Ketika usaha khusyu’ melalui konsentrasi gagal, maka muncullah persyaratan-persyaratan lain. Ada yang mengatakan, bahwa untuk khusyu’ kita harus suci, bersih dari perbuatan dosa.

Persyaratan ini sempat pula membuat saya pesimis, karena ternyata banyak ustad-ustad yang saya kenal secara pribadi sebagai orang yang sholeh, bisa berbahasa Arab, tinggi ilmu agamanya, ternyata mengalami masalah pula dengan shalat khusyu’.

Kalau mereka saja yang tinggi ilmu agamanya, banyak berdzikir dan menjaga perbuatannya saja sering tidak khusyu’, bagaimana dengan saya?

Mendadak khusyu’
Mungkin telah banyak usaha dan cara untuk khusyu’ telah kita lakukan tetapi tetap saja tidak berhasil. Anehnya, tiba-tiba kita bisa mendadak khusyu’. Ketika kita tertimpa musibah yang hebat, tiba-tiba saja kita bisa shalat dengan khusyu’ lalu berdoa sambil mengucurkan air mata.

Padahal ketika itu, kita justru lupa dengan segala macam teori mengenai shalat khusyu’. Kita shalat tanpa berkonsentrasi, kita juga lupa memperhatikan titik ditempat sujud, tapi hati dan pikiran kita tidak pernah lepas mengarah ke Allah. Kita tetap belum sepenuhnya memahami arti bacaan dalam bahasa Arab, tapi kita merasa bisa berdialog dengan Allah. Kita lupa untuk “menghadirkan” Allah, tapi malah terasa Allah begitu dekat.

Ketika itu, dosa kita tidak lebih sedikit dari sebelumnya, malah mungkin kita baru saja melakukan perbuatan dosa besar sehingga kita sangat menyesal, tapi terasa Allah menyambut shalat dan doa kita. Saat ketika kita tidak menggunakan ilmu khusyu’, saat itu justru kita bisa shalat dengan khusyu’.

Keadaan ini bisa terjadi kepada siapa saja, dari mahzab dan aliran apa saja, kepada ulama, orang yang awam ilmu agamanya, cendikiawan, orang yang kurang berpendidikan, orang kaya, orang miskin, bahkan kadang kepada orang yang jarang shalat sekali pun.

Apa gerangan yang membuat itu bisa terjadi?

Anda tertarik? Silakan download di sini.
Anda punya opini lain? Jangan segan untuk berbagi di sini :)

This post has 12 comments. Add your own.

  1. Tip ini yang membantu sholat khusus.
    coba saya pahami lagi.

    sumintar.com
    salam kenal

    20 Sep 08 at 9:02 am #
  2. terima kasih atas pencerahannya
    sukses selalu

    20 Sep 08 at 11:37 am #
  3. Semudah itukah? Btw nggak ada salahnya dicoba dulu.

    20 Sep 08 at 12:01 pm #
  4. wah.. makasih ya mas tipsnya, sebagai ucapan Terimakasih saya saya kasih PR nih, ada di blog saya :)

    20 Sep 08 at 12:09 pm #
  5. setelah baca artikelnya, lumayanlah buat pencerahan jiwa, salam kenal dari mbrebes

    20 Sep 08 at 1:23 pm #
  6. t

    thx..jadi cerah ni hati

    20 Sep 08 at 9:48 pm #
  7. Siip, terima kasih atas e-booknya. Bisa jadi pencerahan dalam beribadah.
    Mas Qisthon, untuk menjalin persahabatan antar blogger, saat ini sedang ada program PR. Kapan-kapan bisa berkunjung ke sini dl ya (http://www.adeshendra.com/2008/09/pr-untuk-blogku.html), utk info terkait PR ini. Makasih.

    21 Sep 08 at 4:10 am #
  8. Wah saya baru baca resensinya ajah, jadi pengen baca lebih lanjut neh. Numpang donlod dulu mas

    21 Sep 08 at 9:10 pm #
  9. makasih banget dech, thanks jg mo ijin download

    22 Sep 08 at 8:36 am #
  10. wah bagus nih.. numpang download ya.

    23 Sep 08 at 11:27 am #
  11. wah bagus neh thx yah..

    25 Sep 08 at 7:03 pm #
  12. aris munawar

    Selamat, moga-moga dapat mengurangi kejahatan apa saja di negeri kita sudah campur baur ini. Amin

    16 Oct 08 at 1:35 pm #

Post a comment